President Director & Commissioner Visiting PT Sinkona Indonesia Office & Plant 15 Februari 2018

Presiden Direktur dan Komisaris melakukan roadshow ke entitas kimia farma (PT Sinkona Indonesia Lestari) untuk memberikan motivasi kepada seluruh pegawai dengan target menjadi perusahaan 3 besar nasional dengan pencapaian icome 8 Triliun.

Tahun 2017 yang sudah sama-sama kita lalui merupakan tahun yang penuh dengan dinamika. Kondisi perekonomian SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK APEL KESIAPAN KERJA 2018 Oleh: Honesti Basyir dunia yang meskipun menunjukan perbaikan dan berdampak positif bagi ekonomi makro nasional, tapi juga sekaligus memberikan tantangan bagi pertumbuhan berbagai sektor industri, termasuk industri farmasi. Core business Kimia Farma di tahun 2017 (unaudited) diprediksi masih tumbuh double growth dikisaran 11%-13%, suatu hal yang cukup menggembirakan karena tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri farmasi nasional yang diperkirakan akan tumbuh dikisaran 6%-7% dibandingkan periode sebelumnya.

Total pasar farmasi nasional diperkirakan mencapai Rp 74 triliun pada tahun 2017. Sementara secara 04 GEMAKAEF EDISI 47/2018 pertumbuhan Retail Business Apotek, Kimia Farma mencapai pertumbuhan lebih dari 9%. Tentunya ini patut kita syukuri di tengah melemahnya industri retail di Indonesia. Pencapaian ini di atas pertumbuhan industri retail secara nasional pada kisaran 2-3%. Meskipun core business Kimia Farma tumbuh double digit, tetapi pertumbuhan pendapatan konsolidasi Kimia Farma Group diperkirakan tumbuh sekitar 6%. Ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk memperbaiki pengelolaan portofolio bisnis Kimia Farma Group agar pertumbuhan core business yang tinggi tidak tereliminasi pada saat semua dikonsolidasikan ke dalam Kimia Farma Group. Oleh karena itu diperlukan adanya kerja keras dan inovasi dalam menjalankan operasional bisnis Perseroan. Sudah saatnya kita semua merapatkan barisan dan berkomitmen untuk melaksanakan transformasi di berbagai aspek dan merealisasikan seluruh program kerja secara bersungguh–sungguh agar ke depan Kimia Farma menjadi Global Healthcare Company dan terwujud menjadi 3 (tiga) Besar Industri Farmasi Indonesia. Saya ingin mengajak seluruh Insan Kimia Farma untuk bekerja optimis.

Optimis melihat ke depan. Termasuk semangat menorehkan kontribusi nyata untuk memposisikan Kimia Farma sebagai 3 (tiga) Besar Perusahaan Farmasi di Indonesia pada tahun 2019. Oleh sebab itu, transformasi menuju Global Healthcare Company harus dijalankan, tentunya diikuti oleh seluruh Insan Kimia Farma. Apabila transformasi yang dicanangkan oleh manajemen tidak disertai oleh kerja nyata seluruh Insan Kimia Farma, maka tidak menutup kemungkinan kita akan kalah dalam hal kecepatan, kalah dalam hal pelayanan, dan kalah dalam hal persaingan bisnis. Segenap pembaca Majalah Gema Kaef yang budiman, Tahun 2018 sudah kita masuki. Objective perusahaan untuk menjadi 3 besar perusahaan farmasi di Indonesia sudah kita canangkan. Untuk itu dibutuhkan strategi pertumbuhan yang tepat dan proses transformasi perusahaan untuk memastikan objective perusahaan dapat kita capai bersama-sama. Untuk itu, Manajemen Kimia Farma telah menetapkan akan menerapkan 5 (lima) pendekatan transformasi yang terintegrasi satu sama lain. Pertama, Retail Transformation. Transformasi di bidang retail akan dijalankan diantaranya melalui ekspansi industri farmasi; optimalisasi format, layout, dan product mix terhadap footprint farmasi; mendorong Kimia Farma Apotek untuk berperan dalam penerapan digitalisasi perusahaan healthcare di Indonesia; dan beberapa pendekatan transformasi lainnya. Kedua, Supply Chain Optimization. Optimalisasi supply chain akan berfokus diantaranya dalam mengoptimalkan jaringan distribusi, mengurangi lead time, meningkatkan service levels dan fill rates agar tidak terjadi kekosongan stok produk farmasi; dan beberapa pendekatan transformasi lainnya. Ketiga, Lab Network Redesign, yang melingkupi 3 (tiga) tahap, yaitu meningkatkan efisiensi jaringan laboratorium; ekspansi jaringan laboratorium secara masif melalui strategi “hub and spoke”; dan menerapkan digitalisasi yang terintegrasi dengan strategi digital Kimia Farma Apotek. Keempat, Transformation Management Office (TMO). Pendekatan transformasi ini akan dilakukan dengan memastikan seluruh kerangka kerja termonitor dan dapat di-review oleh level manajemen tertentu; fokus pada change management untuk menghindari kegagalan transformasi (transformation fatigue); mendukung pertumbuhan inorganik (inorganic growth); dan beberapa pendekatan transformasi lainnya. Kelima, Functional Excellence. Terdapat 5 (lima) fokus transformasi dalam hal ini, yaitu Manufacturing; Sales & Marketing; Human Resource; Digital; dan Finance. Untuk menyukseskan 5 (lima) pendekatan transformasi yang terintegrasi tersebut, sangat diperlukan komitmen dari seluruh stakeholders.

Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjalankan transformasi atau perubahan-perubahan di Kimia Farma dengan cara-cara yang tidak monoton, tidak linier, tidak rutinitas dan jauh dari zona nyaman. Segenap pembaca Majalah Gema Kaef yang budiman, Sejak pertengahan tahun 2017, manajemen telah mencanangkan 3 (tiga) program utama untuk mencapai target di tahun 2019, yakni peningkatan Sumber Daya Manusia yang andal dan kompeten; Penerapan Digitalisasi; dan Aliansi Strategis. Pondasi dari implementasi tiga prioritas tersebut adalah melalui peningkatan kualitas Insan Kimia Farma. Dalam hal ini, program-program yang berkaitan dengan Human Capital Management seperti mengadakan training secara intensif dan tepat sasaran

15 Februari 2018

By | 2018-02-22T12:14:43+00:00 February 15th, 2018|Sinkona Activities|0 Comments